Senin, 12 Januari 2009

mengatasi demam berdarah

DEMAM BERDARAH
Bab 1
Mengenal gejala dan tanda demam berdarah
• Apakah pebedaan demam pada penyakit berdarah dengue dengan
demam pada penyakit lain, dokter?........................................................................ 1
• Mengapa orang bisa terkena DBD?........................................................................ 2
• Apakah yang terjadi di dalam tubuh setelah virus dengue masuk ke dalam tubuh, Dok?........................................................................................................................ 3
• Apakah semua demam yang disertai dengan pendarahan pasti penyakit DBD, Dok?........................................................................................................................ 4
• Ap
akah penyakit demem berdarah hanya satu, Dok?............................................. 5
• Bagaimana mengetahui seseorang sudah terinfeksi virus dengue, Dok?.......................................................................................................................... 6
• Tanda pendarahan pada DBD itu seperti apa, Dokter?........................................... 7
• Apakah pasien DBD mengalami pendarahan, Dokter?............................................ 8
• Bagaimana mengetahui bahwa peradarahan kulit benar suatu tanda
perdarahan BD, Dok?............................................................................................... 9
• Apa hanya DBD saja yang memperlihatkan lebam atau bilur, atau bintik
perdarahan pada kulit, Dok?..................................................................................... 10
• Apakah menguji adanyaperadarahan kulit dapat dilakukan
sendiri di rumah, Dok?.............................................................................................. 11
• Apakah pasien yang tanda perdarahannya kelihatan dari luar; penyakit DBD-nya
lebih parah dibandingkan dengan pendarahannya tidak kelihatan, Dok?............... 12
• Mengapa ada kasus yang tanda perdarahannya terlihat dari luar, dan ada juga
yang tidak tampak dari luar dan ada juga yang tidak tampak, Dok?...................... 13
• Apakah demam yang disertai dengan mimisan, atau gejala perdarahan yang
tampak dari luar lainnya, pasti disebabkan DBD, Dokter?................................... 14
• Mengapa DBD sekarang menterang orang dewasa juga, Dok?................................ 15
• Apa gejala dan tanda DBD pada pada orang dewasa juga, Dok?............................ 16
• Kapan suatu keadaan demam perlu memeriksakan darah dilaboratorium, Dok...... 17
• Apa manfaat melakuakn pemeriksaa laboratorium darah pada pasien
demam berdarah, Dok............................................................................................... 18
• Apa yang lelihatan dari hasil laboratorium darah dan apa saja yang perlu
terus dimonitor, Dok?................................................................................................ 19
• Apakah semua kasus DBD membutuhkan transfusi darah?..................................... 20
• Apa yang harus dilakukan apabila di rumah ada yang dicurigai terkena DBD, Dokter?...................................................................................................................
• Apakah semua obat demam aman buat pasien DBD, Dok?.................................
• Apakah dengan memberi banyak minum dapat mencegah terkena DBD,
Dokter?..................................................................................................................
• Apakah semua kasus demam berdarah harus dirawat di rumah sakit, Dok?.......
• Mengapa ada pasien DBD yang berat, dan ada juga yang enteng saja, Dok?.....
• Kemana pasien yang dicurigai DBD harus dibawa, Dok?..................................
• Mengapa ada pasien DBD yang kelihatannya masih segar baru beberapa
hari sakit mendadak maeninggal dunia, Dok?...................
• Bagaimana mengetahui pasien DBD itu masih dalam stadium yang ringan
atau sudah stadium berat, Dokter?......................................
• Apakah ada obat khusus unutk menmyembuhkan DBD, Dok?................................
• Apakah benar jambu biji dapat menyembuhkan DBD, Dok?....................................
• Apakah benar air kelapa dan makan es kelapa dapat membantu pasien
DBD juga, Dok?......................
• Bagaimana mengenal pasien DBD yang sudah kekurangan cairan, Dok?..........
• Apa yang harus dipantang oleh pasien DBD, Dok?...........................................
• Apakah obat anti virus yang biasa dipakai buat penyakit cacar air, campak,
dan infeksi virus usus, dapat membasmi virus dengue juga, Dok?.....................
• Apakah penyakit DBD bisa membuat paru-paru jadi basah, Dok?.....................
• Apa benar penyakit DBD dapat menimbulkan komplikasi macam-macam,
Dok?..............................
• Apakah pasien DBD uang dirawat dirumah harus tidur terpisah dari orang
sehat yang serumah, Dok?..................................................................................
• Jadi sesungguhnya berapa lama virus dengue mengalir darah pasien,Dok?................
• Setelah itu kemana virus dengue yang mengalir dalam darah itu, Dok?...............
• Apakah kalau menjenguk orang yang sakit DBD kita bisa tertular, Dok..............
• Apakah yang harus dilakukan kalau ada tetangga yang terjangkit DBD, Dok?........
• Kapan pasien DBD dinilai sudah sembuh, Dok?.....................................................
• Apakah pasien DBD yang sudah semuh masih mungkin menularkan DBD, Dok?..
• Apakah penyakit DBD dapat kambuh lagi, Dok?....................................................

Apakah pebedaan
demam pada penyakit
berdarah dengue dengan
demam pada penyakit
lain, dokter?
Sepintas kelihatan tidak ada bedanya. Penyakit demam dengue atau DBD pada awal-awalnya kelihatan mirip dengan awal mula semuapenyakit yang disertai dengan demam lainnya. Mungkin mirip demam pada flu, tifus, cacar air, atau campak.
Namun apabila diamati, demam pada DBD menunjukkan ifat yang spesifik, yaitu “demam pelana kuda”. Apa artinya?








Apabila demam pada pasien DBD dibuat grafik gambaran demamnya menyerupai gambar pelana kuda. Setelah demam selama 3 hari, demam akan mereda sendiri pada hari keempat, kemudian demam muncul kembali sampai hari ke-5, dan lalu dengan sendirinya mereda lagi, dengan atau tanpa obat.
Selain demam yang khas seperti pelana kuda, pada kasus DBD timbul rasa nyeri disekitar uluhati. Nyeri uluhati sering-sering terasa hebat, atau hanya satu-satunya yang dikeluhkan pasien.
Lokasi nyerinya, tepatnya di area sepertiga antara uluhati dengan pusar. Jika pada daerah itu dilakukan penekanandengan jari, rasa nyerinya muncul.Rasa nyeri sekitar uluhati bisa dijadikan petunjuk kemungkinanbakal terjadinya syok.
Maka untuk amannya, setiap demam yang muncul pada mereka yang (1) bermukim di wilayahyang sedang berjangkit DBD, atau (2) ada tetangga yang sedang terjangkit DBD, (3) sedang musim DBD, atau (4) Demamnya disertai dengan nyeri sekitar uluhati, atau mual-mual yang hebat, harus dicurigai sebagai suatu awal DBD.

Mengapa orang
bisa terkena
penyakit DBD?

DBD tejadi sebab tubuh dimasuki oleh virus dengue untuk yang kedua kalinya. Virus masuk kedalam tubuh lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang tinggal di dalam rumah, atau nyamuk Aedes albopictus yang biasa berada dikebun pekarangan rumah. Keduanya bisa sama menularkan virus dengue. Namun, nyamuk Aedes aegypti yang paling sering menjadi penularnya. Nyamuk bukan jenis aedes tidak bisa menjadi penular virus dengue.

Apa yang terjadi
di dalam tubuh setelah
virus dengue masuk
ke dalam tubuh, Dok?

Dengan masuknya virus dengue, di dalam tubuh berlangsung reaksi hebat. Reaksi itu sedemikian rupa, sehingga pipa pembuluh darah dibagian tubuh mana saja mengalami kebocoran. Plasma darah merembes keluar dari pipa pembuluhnya, baik pipa yang berukuran besar maupun yang kecil.
Selain kerusakan pipa pembuluh darah, sebagai akibat reaksi dalam darah yang timbul oleh masuknya virus, sumsum tulang juga ikut rusak. Padahal sumsum tulang merupaka pabrik pembuat segala jenis sel darah. Maka produksi sel-sel darah ditekan. Produksi sel darah menurun. Termasuk sel darah merah, sel darah putih dan sel pembeku darah trombosit.
Bukan hanya itu, reaksi di dalam tubuh akibat masuknya virus dengue selain sel trombositnya berkurang, juga menurunkan zat pembeku darah. Padahal dibuthkan sel thrombocyt lebih banyak buat menambal dinding pipa pembuluh darah yang sudah bocor di mana-mana.
Semakin banyak pipa pembuluh darah yang bocor di dalam tubuh,semakin menyusut persediaan thrombocyt di dalam tubuh. Sedang produksinya sendiri sudah menurun. Itu sebabnya mengapa pada kasus DBD selain trombosit, Hb (haemoglobin) dan leucocyt (sel darah putih) cenderung terus menurun, sedang Hct (hematokrit) meningkat.
Nilai Hct yang meninggi menunjukkan tingkat pengentalan darah yang sudah terjadi akibat merembesnya plasma darah keluar dari pembuluhnya (hemokonsentrasi). Semakin banyak plasma darah yang merembes keluar dari pembuluh darah, semakin meningkat nilai Ht.
Untuk memonitor perjalanan penyakit, pemeriksaan darah tersebut sangat penting. Thrombocyt dan leucocyt yang terus menurun, dan Htc yang terus meningkat, tanda penyakit DBD-nya memburuk.
DBD terjadi jika serangan virus dengue untuk yang kedua kalinya. Lalu apa yang terjadi pada waktu terserang infeksi virus dengue untuk yang pertama kalinya, Dok?
Sudah disebut, demam berdarah dengue baru terjadi jika infeksi oleh virus dengue terjadi untuk yang kedua kalinya. Infeksi pertama kali hanya menimbulkan penyakit “demam lima hari” saja. Dengan atau tanpa obat, penyakit ini akan sembuh sendiri dan berlalu begitu saja. Mungkin tanpa orang sendiri menyadarinya.








Dalam tubuh yang sudah pernah terinfeksi virus dengue. IgM dengue positif. Tubuh sudah lebih sensitif terhadap infeksi virus setelah memasuki tubuh untuk yang kedua kalinya. Pada saa itu lah terjadi reaksi tubuh hebat ini yang menimbulkan gejala dan tanda DBD.
Apakah semua demam
yang disertai dengan pendarahan
pasti penyakit DBD, Dok?

Memang DBD selain demam biasanya disertai dengan gejalaperdarahan. Namun belum tentu setiap demam dengan gejala peradarahan pasti DBD. Unutk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium darah unutkmelihat ada tidaknya zat antibodinya (Igm dan IgG).
Kita meragukan apabila ada kasus yang sebelumnya memang sudah biasa serinng terjadi perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau kulit sering bilur-bilur.
Gejala perdarahan pada DBD tidak selalu harus mucul di kulit. Perdarahan terjadi dibagian mana-mana tubuh. Termasuk organ-organ dalam tubuh yang tidak tampak dari luar. Dan ini yang lebih berbahaya.


Apakah penyakit demam
berdarah hanya satu, Dok?
Tidak. Selain virus dengue, terdapat beberapa jenis virus lainnya yang menyebabkan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh virus dengue disebut demam berdarah dengue atau DBD atau denguehamorrhagic fever (DHF).

Bagaimana mengetahui
seseorang sudah terinfeksi
virus dengue, Dok?



Dengan cara melakukan melakukan pemeriksaan laboratorium darah unutk melihat imunoglobulin (Ig) yang ada di dalam darahnya. Jika sudah ada Ig jenis IgM untuk dengue sebelumnya. Sedangkan pada infeksi dengue yang sudah berulang, yakni keadaan yang memunculkan penylit DBD, dalam darah ditemukan adanya IgG selain IgM untuk dengue-nya.

Tanda pendarahan pada DBD
itu seperti apa, Dokter?

Kalau kerusakan pipa pembuluh darah terjadi pada pembuluh darah kulit, maka kita melihat tanda peradarahan di bawah. Tanda perdarahan di bawah kulit bisa berupa bintik seperti bekas gigitan nyamuk. Atau bukan jarang bisa juga berupa bercak lebam atau bilur-bilur.
Tanda perdarahan juga akan tampak apabila terjadi mimisan atau gusi berdarah, berak berdarah, muntah berdarah, atau kencing berdarah, selain mungkin juga batuk darah. Selain pada kulit, juga disebut peradarahan bisa juga terjadi di bagian tubuh yang mana saja. Termasuk organ-organ dalaman, seperti di hati, usus, ginjal, paru-paru, dan organ tubuh mana saja. Bintik peradarahan di lidah dan gusi. Bintik peradarahan di usus dan hati.
Oleh karena peradarahan dapat terjadi juga didalam tubuh, maka tanda adanya peradarahannya tidak selalu kelihatan dari luar. Kita tidak melihat ada tanda peradarahan yang terjadi dibawah kulit.
Perdarahan usus muncul sebagai berak berdarah, dan peradarahan ginjal muncul sebagai kencing beradarah, dan muncul batuk darah jika terjadi perdarahan paru-paru. Di luar yang itu, peradarahan dalaman tubuh lainnyaseperti perdarahan limp, hati, kelenjar ludah perut, dan jantung seperti tampak pada gambar diatas, tidak bisa terlihat dari luar, kecuali apabila dalaman tubuh dibuka. Kita hanya dapat memonitor adanya perdarahan organ dalaman dari pemeriksaan laboratorium darah yang hasilnya cenderung terus memperlihatkan pemburukan.

Apakah Semua Pasien
DBD mengalami
pendarahan, Dokter?
TIDAK SELALU, Selain plasma darah merembes keluar dari pembuluhnya yang rusak oleh masuknya virus dengue, kemungkinanterjadi peristiwaperdarahan juga. Adanya demam yang disertai dengan gejala perdarahan merupakan gejala pokok DBD.
Namun, tidak pada semua kasus DBD tanda perdarahannya kelihatan dari luar, dan sama luas dan derajat keparahannya. Sebagian besar kasus malah mengalami perdarahan di dalam organ-organ tubuh saja.

Bagaimana mengetahui
bahwa perdarahan kulit
benar suatu tanda
perdarahan DBD, Dok ?
Jika pasien demam memperlihatkan bintik merah mirip gigitan nyamuk, lakukan peregangan kulit di area sekitarnya dengan jari. Jika kemudian bintik merah yang dicurigai bintik perdarahan tampak menjadi pudar merahnya, kemungkinan bukan bintik perdarahan DBD. Sebaliknya, jika pada saat kulit ditekan bintiknya tidak pudar, kemungkinan benar tanda perdarahan DBD.
Namun, tanda perdarahan kulit juga bukan hanya berupa bintik belaka. Seperti tampak pada gambar, dapat juga berupa lebam kulit, atau bilur-bilur.
Maka apabila selama demam yang tampak di kulit berupa bercak atau bilur yang sebelumnya tidak pernah ada, hampir pasti itu tanda perdarahan kulit DBD.

Tes Tourniquet
Tes ini cara awal paling sederhana bila suatu demam dicurigai sebagai infeksi dengue. Biasanya dilakukan di laboratorium klinik (dikenal cara tes Rumpel Leed).
Cara melakukannya : dengan alat tensimeter, bebatan dilengan atas dipertahankan pada tekanan atas ditambah tekanan bawah dibagi dua. Tunggu 5 menit, lalu perhatikan apakah di daerah kulit lipatan siku di bawah bebatan adakah bintik-bintik merah seperti bekas gigitan nyamuk. Jika jumlah bintiknya lebih dari 20 buah, berarti positif infeksi dengue. Namun ada juga pihak yang mengatakan tetap positif infeksi dengue kendati jumlahnya kurang dari 20, dan tak perlu hanya di daerah lipatan siku, boleh di bagian lengan bawah mana saja.
Tanpa tensimeter, kita dapat melakukannya sendiri dengan membebat lengan atas dengan tangan dengan tekanan secukupnya. Setelah 5 menit, perhatikan apakah bintik-bintik merah pada kulit lengan bawah. Jika ada, langsung ke dokter.

Apa hanya DBD saja yang
memperhatikan lebam atau bilur,
atau bintik perdarahan
pada kulit, Dok?
TIDAK. Ada beberapa penyakit lain dengan tanda yang persis sama seperti itu. Bedanya, tidak didahului atau disertai dengan demam. Selain itu, gambaran hasil laboratorium darahnya pun berbeda. Biasanya penyakit sejenis itu sudah berlangsung lama.
Penyakit-penyakit itu, sebut saja beberapa penyakit kelainan darah, seperti ITP (Idiopathic Thrombocytopenia Purpurae) , kanker darah leukemia, yang sama menunjukkan tanda perdarahan kulit semacam itu juga. Namun tanpa demam.

Apakah untuk menguji
adanya perdarahan kulit dapat
dilakukan sendiri di rumah, Dok ?
YA, dapat. Pada pasien yang demam dapat dicurigai sebagai DBD, dapat dilakukan uji untuk membuktikan munculnya bintik perdarahan kulit (petechiae). Caranya dengan uji Tourniquet (Rumple Leed test). Lakukan pembebatan memakai karet elastik di bagian lengan atas. Kalau ada dengan pembebat pengukur tekanan darah (tensimeter). Besar tekanan diatur antara tekanan atas dengan bebatan dibuat secukupnya saja, lalu dipertahankan selama lebih kurang 5 menit.
Setelah lima menit berlalu, amati kulit disekitar lengan, terutama disekitar siku dan pergelangan tangan. Apabila muncul bintik merah mirip bekas gigitan nyamuk, bergerombol di area berdiameter 2,5 Cm, jumlahnya sekitar 20 bintik kemerahan, besar kemungkinan benar ada perdarahan kulit (Tourniquet positif) munculnya tanda ini menambah kecurigaan adanya DBD.
Untuk lebih memastikannya bahwa itu benar DBD, pemeriksaan leboratorium darah perlu segera dilakukan, yakni hemoglobin (Hb), hematokrit (Hct), hitung sel darah putih leucocyt, serta hitung sel pembeku darah thrombocyt (platelet cell).
Catatan
Hb, hitung lecucocyt, dan hitung thrombocyt menurun. Sedang Hct meninggi.
Hb normal tergantung apa satuan yang dipakai, 8,4-11,1 mmol/l (13-18 g/dl) pada dewasa. Hitung leucocyt normal 4.000-10.000/cmm. Hitung thrombocyt normal 150.000-450.000/cmm. Hematokrit (haemotocrit) 37%-47%.
Apabila hitung leucocyt hasilnya meninggi, kemungkinan bukan infeksi dengue.

Apakah pasien yang tanda
perdarahannyakelihatan dari luar,
penyakit DBD-nya lebih parah
diandingkan dengan yang
perdarahannya tidak kelihatan, Dok ?
KEPARAHAN penyakit DBD tidak ditentukan oleh tampak tidaknya tanda perdarahan, melainkan seberapa behat reaksi perlawanan tubuh melawan virus dengue-nya, seberapa banyak plasma darah merembes keluar dari pembuluh darah, serta seberapa luas perdarahan sudah berlangsung.
Oleh karena kita tidak selalu bisa melihat banyaknya perembesan plasma dan perdarahan yang sudah terjadi dari luar, sehingga tidak dapat mengukur sudah seberapa banyak darah kehilangan plasmanya, berapa luas perdarahan yang sudah berlangsung di dalam tubuh, yang membuat pasien terancam syok akibat kehilangan banyak darah selain cairan plasmanya.

Mengapa ada kasus yang
tanda perdarahannya terlihat
dari luar, dan ada juga yang
tidak nampak, Dok ?
PERDARAHAN pada DBD tidak memilih tempat. Itu merupakan reaksi umum tubuh ketika melawan virus dengue-nya. Hanya faktor kebetulan belaka, dan bukan suatu kepastian jika perdarahannya terjadi entah di mana. Mungkin di bawah kulit, selain terbatas di usus atau di paru-paru saja. Bisa jadi, pada kasus yang lainnya, perdarahan mungkin saja muncul di seluruh organ dalaman, tetapi tidak muncul di kulit. Atau belum tentu terjadi perdarahan.

Apakah demam yang disertai
dengan mimisan, atau gejala
perdarahan yang tampak dari
luar lainnya, pasti disebabkan DBD, Dok ?
BELUM tentu. Jika sebelumnya pasien sudah biasa mimisan atau gusinya berdarah, dan pada waktu terserang demam mimisan atau gusi berdarahnya muncul, kemungkinannya bisa dua. Atau memang demam biasa saja yang bukan DBD, atau ada kemungkinan memang awal DBD.
Untuk itu, pasienperlu diobservasi terus demam dan mimisan, atau gusi berdarahnya. Apakah kondisi pasien terus memburuk seiring dengan demamnya?
Apakah mimisan dan gusi berdarahnya bertambah hebat? Apakah juga kondisi pasien tampak melemah dan memperlihatkan tanda kekurangan cairan? Keringkah kulitnya? Begitu jugakeringkah bibir dan lidah? Sudah berapa lamakah tidak kencing? Itu semua tanda-tanda tubuh tengah kekurangan cairan.
Perlu dilihat juga apakah ada tentangga, atau anggota keluarga yang sedang kena DBD, atau bermukim di wilayah yang endemik atau langganan DBD?
Jika semua itu tidak ada, kemungkinan DBD bisa diabaikan. Lebih-lebih jika pasien tidak memperlihatkan gejala dan tanda DBD yang lainnya.

Catatan
Demam pada DBD menyerupai grafik pelana kuda. Umumnya demam akan mereda sendiri setelah hari kelima sampai ketijih. Kemungkinan setelah demam turun, disertai tanda gangguan sirkulasi. Denyut nadi, tensi darah, suhu, pernapasan perlu terus diamati.
Nadi normal sekitar 72/menit, cukup kuat, dan teratur. Tensi darah 120/80 mmHg. Suhu tubuh 37 derajat Celcius. Pernapasan 16-20 kali/menit. Pada prasyok, nadi cepat dan melemah, tensi darah menurun; suhu tubuh menurun, anggota gerak teraba dingin, dan pernapasan memburu.


Mengapa DBD sekarang
menyerang orang dewasa juga, Dok ?
PENYAKIT demam berdarah dulunya sebetulnya penyakit anak-anak. Namun, beberapa tahun terakhir menyerang orang dewas juga. Mungkin akibat iklim, lingkungan, topografis, sehingga telah terjadi perubahan perilaku dan sifat, baik virus penyebab demam berdarahnya, maupun nyamuknya sendiri. Virus dengue tergolong mudah berubah sifat (mutasi) selain itu kita mengenal empat tipe virus ada yang lebih ganas, ada yang kurang ganas. Kemungkinan pengaruh pemanasan global (global warming) salah satunya.

Apa gejala dan tanda DBD
pada orang dewasa lebih sukar
dikenali dibandingkan dengan
pada anak-anak, Dok ?
TIDAK. Sukar tidaknya gejala dan tanda demam berdarah dikenali lebih pada ada tidaknya tanda perdarahan yang kelihatan dari luar, seperti munculnya perdarahan kulit. Setiap kecurigaan adanya DBD dapat cepat disingkap denganmelakukan pemeriksaan laboratorium darah. Namun sekarang ini, baik pada anak-anak maupun pada orang dewasa, gejala dan tanda DBD sering tidak spesifik. Terkadang hanya muncul nyeri kepala saja, dengan demam yang tidak nyata. Atau hanya nyeri perut hebat belaka.
Demam di wilayah yang endemik DBD, atau ada tetangga yang DBD, atau sedang banyak berjangkit DBD, harus dicurigai sebagai DBD.

Kapan suatu keadaan demam
perlu memeriksakan darah
di laboratorium, Dok ?
DOKTER yang memeriksa akan menentukan kapan pasien demam perlu diperiksa darahnya. Demam lebih tiga hari yang disertai dengan mual-mual hebat, atau adannya nyeri tekan pada daerah antara pusar dan uluhati (epigastric), dan sedang berlangsung kejadian luar biasa KLB (out break) atau wabah DBD, atau ada tetangga terjangkit DBD, pemeriksaan darah perlu dipertimbangkan.

Apa manfaat melakukan
pemeriksaan laboratorium darah
pada pasien demam berdarah, Dok ?
PEMERIKSAAN darah laboratorium penting dan bermanfaat untuk mengetahui beberapa hal. Pertama, dapat lebih dini mengetahui benar ada infeksi virus dengue. Kedua, sudah seberapa parah penyakitnya berlangsung, apa sedangtrancam syok, dan tindakan medis apa yang perlu segera dilakukan. Ketiga, untuk memonitor apakah penyakitnya sudah dalam proses menyembuh. Untuk pemeriksaan darah yang sama perlu dilakukan berulang-ulang selang waktu beberapa jam.

Apa yang kelihatan dari hasil
laboratorium darah dan apa saja
yang perlu terus dimonitor, Dok ?
PERTAMA, sel-sel pembeku darah thrombocyt seberapa menurun darai normalnya yang mestinya di atas 150 ribu dan berpa persen (%) peningkatan kadar hematokrit (Hct) yang normalnya 37 % - 47 %.
Jika trombocyt kurang dari 150 ribu dan penurunannya lebihdari atau sama dengan 20%, dapat menjadi bukti bahwa benar sedang terjangkit demam dengue.
Kedua, kita juga akan melihat apakah titer atau kadar faktor kekebalan (imunoglobulin atau Ig) yang ditimbulkan oleh terjadinya reaksi tubuh akibat masuknya virus dengue, menjdai meningkat. Dan jenis imunoglobin mana yang ada, dan atau yang meningkat, apakah yang IgM, atau IgG, atau kedua-duanya.
Ketiga, pemeriksaan darah selama perawatan perlu dilakukan berkala, mungkin perlu setiap beberapa jam untuk memonitor terus perjalanan penyakitnya sekaligus dijadikan pertimbangan untuk menentukan tindakan medis apa yang perlu dilakukan.
Apakah cukup diberi infus cairan saja, cairan plasma (plasma expander) atau sudah waktunya diberikan pula trafusi darah, atau tranfusi thrombocyt.

Apakah semua kasus DBD
membutuhkan tranfusi darah ?
TIDAK. Tidak semua kasus DBD membutuhkantambahan darah. Hanya kasus yang perdarahannya sudah parah, seperti berak darah, muntah darah. Ini terlihat dari hasil monitoring semua hasil laboratorium darah yang dilakukan berkala. Selama masih cukup diatasi dengan infus cairan belaka, darah tidak dibutuhkan.

Catatan
Lebih penting memonitor tanda-tanda vital pada pasien, seperti meraba nadi, mengukur tensi darah, suhu badan, dan pernapasan yang dapat dilakukan sendiri di rumah. Kondisi prasyok dapat dideteksi dengan menilai tanda-tanda vital di atas. Syok harus dicegah. Syok sendiri yang berisiko memunculkan perdarahan (biasanya di saluran pencernaan). Syok ditambah perdarahan yang menambah buruk penyakit DBD, dan beresiko berakhir dengan kematian.

Apa yang harus dilakukan
apabila di rumah ada yang dicurigai
terkena demam DBD, Dokter ?
SEBAIKNYA diobservasi terus sambil memerhatikan kemungkinan munculnya tanda-tanda prasyok dan gejala perdarahan. Berikan kompres hangat sekujur badan, beri obat demam, selain memberikan banyak minum (oralit). Jika dalam waktu 1-2 hari panasnya tidak turun, sebaiknya segera diperiksakan ke puskesmas, atau dokter.

Catatan
Pemberian minum sebanyak mungkin dinilai besar manfaatnya untuk menunda kejadian syok. Kita tahu pada DBD kehilangan plasma dalam darah yang menimbulkan kejadian syok. Apabila minum cairan oralit banyak diberikan kejadian kehilangan cairan darah akan lebih diulur kemunculannya. Dengan minuman elektrolit (oralit) kejadian kekurangan garam natrium dalam darah dan kejadian darah bertambah masam (acidosis) yang mengantarkan pasien masuk ke dalam syok, dapat dicegah.

Apakah semua obat demam
aman buat pasien DBD, Dok ?
SEBAIKNYA memilih obat demam bukan golongan salisilat maupun ibuprofen. Baca formula obat demam sebelum memberikan pada pasien DBD yang dicurigai DBD. Obat demam golongan salisilat (acetylsalicylate acid) bisa memperburuk proses perdarahan yang mungkin sedang berlangsung di dalam tubuh. Obat golongan ini menghambat agregasi sel pembeku darah thrombocyt, selain mengiritasi selaput lendir lambung dan usus. Termasuk tidak memilih obat golongan ibuprofen.

Apakah dengan memberi banyak minum dapat mencegah terkena DBD, Dok ?
TIDAK. Tujuan memberikan banyak minum selama demam bukan agar seseorang batal terjangkit DBD. Perjalanan penyakit DBD akan terus saja berlangsung begitu virus dengue-nyasudah memasuki tubuh, terlepas apakah pasien diberi banyak minum, ataukah tidak.
Tujuan utama perlu diberikan banyak minum, agar sekitarnya benar terjangkit DBD, tubuh sudah dalam kondisi tidak rentan kekurangan cairan. Dengan demikian, resiko kekurangan cairan tubuh yang lebih cepat sebagaimana lazim terjadi pada DBD, tidak sampai terjadi.

Catatan
Syok terjadi apabila darah sudah semakin mengental karena plasma darahnya merembes keluar dari pembuluh. Ekstra minum dapat menunda kejadian syok. Tanda darah sudah mulai mengental terlihatdari nilai Hct. Jika mulai Hct meninggi, tanda sedang terancam syok, dan itu berarti infus cairan perlu segera diberikan. Maka pengukuran Hct perlu terus diulang setiap beberapa jam, agar tanda prasyok dikenali, dan kejadian syok dapat dicegah.

Apakah semua kasus demam
berdarah harus dirawat di rumah sakit, Dok ?
LIHAT-lihat kondisinya. Apabila hasil laboratorium darah sudah dikonfirmasi memperlihatkan diagnosa penyakit DBD, atau keadaan pasien tampak parah, sebaiknya segera dirawat di rumah sakit.
Pada kasus-kasus yang ringan, pasien dapat dirawat di rumah, dengan catatan tanda-tanda prasyok dan syok terus diamati, dan selama di rumah tetap diberikan pertolongan seperti sudah disebut dalam jawaban di atas. Jika keadaanya cenderung memburuk, perawatan rumah sakit sudah diperlukan.

Catatan
DBD digolongkan menjdai 4 derajat. Derajat I: demam + gejala non-spesifik (Uji Torniquet positif); Derajat II: Gejala dan tanda derajat I + perdarahan kulit spontan; Derajat III: sudah terjadi kegagalan sirkulasi darah (denyut nadi cepat dan lemah, tensi darah menurun; tekanan nadi yakni, selisih tekanan atas mmHg; kulit kering dan dingin; Derajat IV: sudah terjadi syok (tensi darah nyaris tak terukur, nadi tak teraba lagi).
Beda Derajat I dengan Derajat II, pada Derajat II: nilai hitung thrombocyt sudah menurun, dan Hct sudah meninggi yang menunjukkan darah sudah mengental (hemokonsentrasi).
Indikasi masuk rumah sakit :
1. Perdarahan
2. Muncul tanda-tanda syok
3. Thrombocyt ≤ 100.000/ ul dan atau peningkatan Hct 10% - 20%.
4. Nyeri perut hebat
5. Mengantuk dan tidur terus

Mengapa ada pasien DBD
yang berat, dan ada juga yang enteng saja, Dok ?
BERAT ringannya penyakit DBD ditentukan oleh beberapa faktor. Pertama, faktor daya tahan tubuh pasien. Apabila daya tahan tubuh pasien kuat, penyakit yang dideritanya meungking hanya ringan atau mungkin juga tidak mengejawantah sama sekali. Namun, jika daya tahannya rendah saja, penyakit cenderung memberat, dan bisa jadi parah.
Mekanisme terjadinya perdarahan dan syok merupakan proses reaksi immunologis yang berkecamuk dalam tubuh pasien. Beberapa data epidemiologis menunjukkan bahwa (1) pasien perempuan lebih sering syok dibandingkan pasien laki-laki; (2) anak dan remaja yang terserang DBD berat memiliki status gizi di atas rata-rata, dan DBD jarang terjadi pada anak kurang gizi.
Mekanisme immnologis, yakni perlawanan tubuh menyerang virus dengue-nya, pada tubuh yang kurang gizi, umumnya tidak berlangsung sengit seperti bila terjadi pada tubuh yang kecukupan gizi, sehingga reaksi akibat masuknya virus dengue tidak sehebat pada tubuh yang kecukupan gizi.
Sepertiga kasus DBD tergolong berat DSS (Dengue Shock Syndrome). Pada status DBD demikian, pasien langsung masuk kedalam syok, dan biasanyasegera cepat merenggut nyawa.
Terjadinya keadaan hebat mendadak begitu dipengaruhi pula oleh seberapa besar reaksi hypersensitivity di dalam tubuh pasien setelah terjadinya serangan virus dengue yang pertama jauh hari sebelumnya.
Jika reaksi perlawanan tubuhnya hebat, sehingga terbentuk zat anti yang kuat terhadap virus dengue-nya, maka reaksi imunologis yang timbul akibat serangan virus untuk yang kedua kalinya, akan lebih berat. Itu maka penyakit DBD-nya menjadi lebih parah.
Faktor kedua, seberapa segera pasien mendapat penanggulangan medis. Semakin dini ditolong, semakin baik prognosinya. Banyak pasien telanjur parah dan gagal ditolong sebab terlambat mendapat penanggulangan medis.
Jika kondisi pasien akibat penyakit DBD-nya sudah mengancamnya masuk ke dalam kondisi syok yang tak terpulihkan, umumnya lebih sukar untuk mengangkatnya kembali ke kondisi tidak syok (irreversible shock). Sejatinya syok pada DBD bersifat sementara. Syok terjadi akibat kekurangan cairan dan elektrolit (kalium, terutama) yang menyebabkan pasien DBD berisiko kehilangan nyawa.
Faktor ketiga, jika misalnya perdarahan terjadi pada organ anak ginjal suprarenalis. Kelenjar yang berada di atas ginjal ini memproduksi hormon corticosteroid. Hormon ini membantu mekanisme tubuh mengangkat dirinya sendiri dari ancaman syok.
Apabila kelenjar ini mengalami perdarahan sehingga fungsinya terganggu, produksihormon penangkal syok tubuh akan berkurang. Kondisi itu yang menjadikan pasien lebih rentan masuk ke dalam syok, oleh karena mekanisme pertahanan syok tubuhnya sudah kacau.
Faktor keempat, mungking ada perbedaan tingkat keganasan cirus dengue-nya sendiri, selain kemungkinan sudah terjdainya perubahan sifat genetis virus akibat iklim, cemaran bahan kimiawi, serta lingkungan. Oleh karena itu apabila yang masuk tipe virus dengue yang lebih ganas, maka penyakitnya lebih parah dibanding jika cuma dimasuki tipe virus yang kurang ganas.

Ke mana pasien yang dicurigai
DBD harus di bawa, Dok ?
SEBAIKNYA langsung dibawa ke puskesmas atau rumah sakit tersdekat. Mengapa ? karena jika hampir pasti DBD, hanya membuang-buang waktu saja jika pasien singgah ke dokter praktik dulu yang umumnya tidak memiliki fasilitas untuk memberikan infus. Padahal soal waktu bagi pasien DBD adalah emas. Mungkin pasien sudah amat bersegera memerlukan infus cairan. Dan, tindakan pertolongan pertama semacam ini hanya dapat langsung di lakukan kalau bukan di rumah sakit dan bukan di praktik dokter.

Mengapa ada pasien DBD yang kelihatannya masihsegar baru beberapa
hari sakit mendadak meninggal, Dok ?
Kemungkinan sebab perembesan plasmadaerah dan perdarahan yang terjadi berlangsung pada organ-organ dalaman tubuhnya sudah sangat hebat. Sudah kelewat banyak cairan plasma dandarah yang bocor. Keadaan begini yang mempercepat anjloknya seluruh unsur darah, sehingga pasien cepat sekali masuk ke dalam syok yang tak terpulihkan. Ataukemungkinan sudah terjadi kerusakan organ hatiatau ginjal.

Bagaimana mengetahui pasien
DBD itu masih dalam stadium
yang ringanatau sudah stadium berat, Dok ?
Dengan cara melakukan pemeriksaan darah berkala, sekurang-kurangnya setiap 4-6jam. Jika ada kecenderunganthrombocyt menurunterus dan Hcy-nya meningkat terus, berarti keadaan penyakitnya cenderungmemberat. Namun jika yang terjadi sebaliknya, kemungkinan penyakitnya hanyaringan, atausedang dalam proses penyembuhan.

Apakah ada obat khusus untuk
menyembuhkan DBD, Dok ?
Tidak ada. Obat-obatan yang diberikan kepada pasien DBD hanya bersifat meringankan keluahan dan gejalanya belaka. Obat demam, obat mual, dan vitamin tak begitu besarperanannya untuk meredakan penyakitnya. Jauh lebih penting upaya pemberian cairan atau tranfusi darah, tranfusi sel trombosit, atau pemberian cairan plasma.
Yang terjadi pada tubuh pasienDBD, darah mengalami kehilangan plasma. Plasma merembes keluar pembuluh darah. Pada tingkat kekentalan tertentu, sirkulasi terganggu. Infus cairanmencegah terjadinya kegagalan sirkulasi, sehingga syok yang dapat dicegah. Jadi obat khusus DBD hanya infus.

Apakah benar jambu biji
dapat menyembuhkan DBD, Dok ?
Belum ada bukti ilmiah bahwa jambu biji, begitu juga ramuan tradisional lainnya, betul berkhasiat menyembuhkan penyakit demam berdarah.
Sebagaimana bebuahan pada umumnya, bahwa pasien diberi jambu biji tentu tidak ada salahnya, selama jambu biji bukan diandalkan sebagai satu-satunya cara berobat DBD sehingga menjadikan pasien tidak pergi berobat, dan mendapatkan bantuan medis. Sama seperti banyak minum, boleh saja mengkonsumsi banyak jambu biji juga.

Apakah benar air kelapadan makan es kelapa dapat membantu
pasien DBD juga, Dok ?
Air kelapa dan kelapa muda kaya sekali kandungan kalium (potassium)-nya. Kalium tergolong elektrolit yang dibutuhkan jika tubuh kekurangan cairan. Pada prasyok perlu lebih banyak asupan kalium.
Elektrolit kalium yang ikut membantu mengatasi ancaman syok pada kondisi kekurangan cairan, namun bukanlah cara untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun tentu tidak cukup hanya dengan minum air kelapa atau es kelapa saja untuk menyembuhkan pasien DBD.

Bagaimana mengenal pasien DBD
yang sudah kekurangan cairan, Dok ?
Kekurangan cairan tubuh dapat terlihat dari beberapa keadaan. Pasien sudah lama tidak kencing, kulit kering tak berkeringat, bibir, dan lidah juga tampak kering.
Apabila kulit perut dicubit, tampak mengeriput dan tidak langsung membal kembali seperti sediakala (tugor menurun). Kelopak mata cekung. Pada anak balita, ubun-ubun kepalanya mencekung, tampak kehausan, dan kelisah. Hal ini, keadaan pasien memburuk setelah demam turun, nyeri perut mendadak hebat, kulit dingin dan lembab, cenderung mengantuk, tampak lesu, dan tidurterus sepanjang hari.

Apa yang harus dipantang
oleh pasien DBD, Dok ?
Tidak ada pantangan atau diet khusus buat pasien DBD. Diet perlu bergizi tinggi agar daya tahan tubuh lebih kuat. Semua penyakit yang disebabkan virus umunya hanya dilawan oleh pertahanan tubuh saja. Maka tubuh perlu memperkuat ketahanannya, karena tak bisa dibantu dengan obat.
Mencegah bahaya pendarahanlambung dan pencernaan, makanan sebaiknya yang lembek dan tidak merangsang. Mencegah pendarahan dilarang banyak bergerak buang air di tempat tidur.

Apakah obat antivirus yang biasa dipakai buat penyakit cacar air, campak, dan infeksi virus usus, dapat membasmi virus dengue juga, Dok ?
TIDAK bisa. Belum ada obat antivirus khusus buat membasmi virus dengue. Pengobatan penyakit DBD, sekali lagi, hanya dengan mengandalkan pemberian cairan, plasma, atau tambahan darah belaka.
Jadi, bukan dengan cara membunuh virus dengue-nya, melainkan dengan melakukan koreksi terhadap berkurangnya volume darah (hypovolumia) akibat plasma merembes ke luar dari pipa pembuluhnya. Andai ada obat antivirusnya, penanggulangan DBD tetap memberi cairan infus, karena umur virus dalam darah pasien tak lebih dari 12 hari saja.

Apakah penyakit DBD bisa
membuat paru-paru jadi basah, Dokter ?
BISA. Oleh karena cairan plasma merembes keluar dari pembuluh, ruang-ruang tubuh, seperti di antara selapur paru (pleura) juga terjadi penumpukan. Pada anak-anak sering terjadi bendungan cairan pada selubung paru-parunya (pleural effusion).
Ini biasanya terjadi pada salah satu paru-paru saja. Secara klinis tanda ini menjadi satu petunjuk lain adanya DBD. Adanya paru-paru basah memperkuat diagnosis DBD juga.

Apakah benar penyakit DBD dapat menimbulkan komplikasi macam-macam, Dok ?
BENAR. Penyakit DBD dapat menimbulkan komplikasi pada mata, otak, dan buah zakar juga. Pada mata dapat terjadi kelumpuhan saraf bolamat, sehingga mungkin nantinya akan terjadi kejulingan. Atau bisa juga terjadi peradangan pada tirai mata (iris) kalau bukan pada bening bolamata (cornea) sehingga berakhir dengan gangguan penglihatan.
Peradangan pada otak bisa menyisakan kelumpuhan atau gangguan saraf lainnya. Namun, semua itu jika pun sampai terjadi, sifatnya hanya sementara waktu saja, dan beberapa hari akan kembali normal.

Apakah pasien DBD yang dirawat
di rumah harus tidur dipisah dari orang
sehat yang serumah, Dok ?
TIDAK perlu. Pasien DBD tidak perlu diisolasi seperti pasien muntaber, atau penyakit menular lain. Yang perlu diperhatikan agar tidur berkelambu. Maksudnya agar jika masih dalam masa masih ada virus dengue yang masih mengalir dalam darah pasien, virusnya tidak sampai terisap oleh nyamuk yang menggigitnya.

Catatan
Di sekitar satu kasus DBD sudah terjangkit 200-400 kasus terinfeksi. Maka, penyemprotan perlu segera dilakukan untuk menekan jangkitan ini. Virus dengue masih beredar dalam darah pasien DBD selama beberapa hari sebelum dan sesudah menyembuh (7-12 hari). Maka apabila ada nyamuk Aedes yang menggigit dalam masa virus dengue masih beredar dalam darah pasien, DBD masih berpotensi berjangkit. Gigitan nyamuk terjadi pada sekitar pukul 06.00-09.00 dan pukul 15.00-17.00. Jadi, waspadalah pada jam-jam nyamuk menggigit itu.

Jadi sesungguhnya berapa lama
virus dengue mengalir dan berada
dalam darah pasien, Dok ?
VIRUS berada dalam aliran darah pasien sejak digigit nyamuk yang membawa virusnya, sampai beberapa hari setelah timbul demam. Jika masa tunas penyakit demam berdarah berkisar antara 8-10 hari atau rata-rata seminggu, ditambah beberapa hari masa sakit, maka sekurang-kurangnya darah pasien mengandung virus dengue selama 12 hari. Virus dengue sudah berada dalam aliran darah selama 4-7 hati, dimulai 1-2 sebelum timbul panas.

Setelah itu ke mana virus dengue
yang mengalir dalam darah itu, Dok ?
VIRUSNYA akan mati sendiri. Banum kehadiran virus dengue dalam tubuh membangkitkan reaksi imunologis hebat di dalam tubuh. Reaksi hebat ini yang menimbulkan tanda dan gejala penyakit DBD-nya.
Virus dengue dalam darah pasien akan terus hidup dan beredar selama sekitar 12 hari. Sepanjang hayatnya, virus siap terisap oleh nyamuk Aedes yang menggigitnya, dan berpindah ke tubuh lain jika si nyamuk yang membawanya menggigit orang itu.

Apakah kalau menjenguk orang sakit
DBD kita bisa tertular, Dok ?
TIDAK bisa. Penularannya penyakit DBD hanya melalui gigitan nyamuk Aedes saja, dan bukan dengan cara lain, termasuk tidak pula dengan menyentuh, mengobrol bahkan tidak pula melalui kehidupan yang lebih intim sekalipun. Kecuali apabila pada saat menjenguk di lingkungan tempat kita menjenguk pasien DBD kita digigit nyamuk yang sudah menggigit pasiennya, sehingga dalam tubuh neymuknya sudah ada virus dengu-nya.

Apakah yang harus dilakukan kalau
ada tetangga yang terjangkit DBD, Dok ?
SEGERA melapor ke ketua RT/RW dan selanjutnya ke puskesmas agar segera dilakukan pelacakan untuk mencari kemungkinan adanya kasus DBD lainnya disekitar rumah pasien, lalu segera dilakukan penyemprotan.
Di samping itu diadakan pemeriksaan jentik nyamuk (larva) di rumah kasus dan rumah-rumah di sekitarnya. Hadirnya nyamuk Aedes dewasa di sekitar radius 100 meter dari rumah penderita DBD harus diwaspadai. Karena nyamuk-nyamuk yang berada di radius 100 meter dari rumah yang terjangkit DBD yang besar kemungkinan sudah membawa virus dengue kalu sudah menggigit pasien.
Untuk alasan itulah perlu segera dilakukan penyemprotan (fogging) untuk membunuhnya sebelum nyamuk yang sudah menggigit penderita telanjur menggigit orang sehat di sekitarnya. Pada kasus demikian penyemprotan atau pengasapan atau fogging diindikasikan. Jadi upaya penyemprotan dilakukan hanya apabila ada kasus DBD saja, dan tidak untuk semua rumah.

Kapan pasien DBD dinilai sudah sembuh, Dokter ?
JIKA hasil pemeriksaan laboratorium darahnya menunjukkan hasil yang sudah normal dan stabil. Pada saat hasil laboratorium darahnya sudah normal kembali ini, pasien sudah dapat dipulangkan dan tak memerlukan infus, plasma, atau transfusi darah lagi.
Untuk itu perlu dilihat apakah hitung thrombocyt-nya sudah mulai naik. Begitu niali thrombocyt-nya mulai naik, tanda penyakitnya mulai menyembuh. Pada keadaan demikian, jika tak ada komplikasi atau kelemahan lain, pasien sudah boleh dipulangkan dari rumah sakit atau fasilitas perawatan.

Catatan
Indikasi pulang rumah sakit
1. dalam 24 jam tidak demam tanpa minum obat demam
2. Nilai Hct stabil
3. Thrombocyt 3 50.000/ul
4. Tiga hari setelah syok teratasi
5. Tidak ada sesak nafas atau nafas memburu
6. Tampak membaik
7. Nafsu makan meningkat

Apakah pasien DBD yang sudah
sembuh masih mungkin menularkan, Dok ?
TIDAK bisa. Sebab pada waktu pasien sudah sembuh dan tidak panas lagi, virus dengue-nya sudah tidak ada lagi dalam tubuh pasien. Yang terbentuk, justru kekebalan terhadap virus dengue yang memasuki tubuh. Untuk tahu apakah pasti dalam darah pasien sudah tidak ada virus dengue hidup lagi, aturan medisnya dilakukan isolasi virus. Namun hal ini tidak dilakukan, oleh karena tidak ada kepentingan klinisnya, dan ongkosnya pun tidak rendah.

Apakah yang harus dilakukan jika pasien
DBD sudah pulang dari perawatan, Dok ?
TIDAK ada perlakuan khusus untuk pasien pasca-DBD. Untuk mempercepat pemulihan, pasien perlu cukup waktu untuk beristirahat, dan mengkonsumsi menu makanan yang bergizi, khususnya tinggi menu proteinnya. Hal lain, jangan melakukan aktivitas fisik yang berat dahulu.
Kondisi pembuluh darah pasca DBD belum sepenunya pulih, sehingga kemungkinan munculnya perdarahan masih ada. Seraya berbarengan dengan itu, cairan yang merembes keluar sakit, juga diberi kesempatan untuk diserap masuk kembali ke dalam darah (reperfusi). Maka, lebih banyak melakukan istirahat memang harus dipatuhi.

Apakah penyakit DBD dapat
kambuh lagi, Dok ?
DAPAT. Karena virus Dengue ada empat jenis, yakni tipe D1,D2,D3, dan D4. seseorang dapat terjangkit DBD, apabila mendapatkan serangan kedua kalinya oleh tipe virus dengue yang berbeda dengan serangan virusdengue sebelumnya.
Oleh karena ada empat jenis virus dengue, maka secara teoretis seseorang dapat terserang demam berdarah sampai tiga kali. Mengapa? Oleh karena tidak ada kekebalan silang (cross immunity) dari keempat jenis virus yang berbeda tersebut.

Tanda-tanda Awal Syok
• Demam mulai turun;
• Muka tampak merah;
• Tangan dan kai dingin;
• Kulit kasar, membiru;
• Nafas cepat memburu;
• Tampak gelisah;
• Nadi teraba lemah, dan cepat (130/menit);
• Tekanan darah turun (kurang dari 120/80);
• Tekanan nadi kurang dari 20 mmHg (selisih tekanan atas dikurangi tekanan bawah);
• Mengeluh nyeri perut atas.

Catatan:
Dalam kondisi di atas, pemeriksaan Hct dilakukan setiap jam.

Catatan
Infeksi ulangan kini dianggap tidak perlu oleh tipe virus dengue yang berbeda untuk menimbulkan DBD. Dapat pula oleh serangan tipe virus yang sama.
Catatan
Menghitung denyut nadi pada pasien DBD dinilai penting untuk memonitor kehilangan plasma darah. Untuk itu dapat dilakukan dengan cara meraba nadi pada punggung kaki.
Apabila pada penghitungan nadinya normal dan cukup kuat tekanannya, berarti masih belum terancam syok, atau sudah ada perbaikan bila sebelumnya nadinya abnormal atau memburuk.
Apabila hasil penghitungan nadi cepat dan melemah (sama atau lebih dari 130/menit), berarti pasien sudah kehilangan plasma darah ringan (10-15 persen). Apabila nadi sudah menghilang tak teraba, kehilangan plasma sudah tergolong berat (25-30 persen). Itu berarti pemberian pertolongan infus tak bisa ditunda lagi.
Plasma yang keluar akan diserap kembali oleh tubuh setelah 48 jam (reabsorpsi). Pada keadaan demikian tanda-tanda vital akan normal kembali. Pada saat ini infus cairan biasanya dihentikan. Berbeda dengan kehilangan cairan pada kasus muntaber, pada keadaan mana cairan keluar dari tubuh, pada DBD cairan tetap berada di dalam tubuh, hanya tempatnya yang berpindah. Maka dari itu pemberian infus cairan pada DBD tidak boleh sampai berlebihan(overhidrasi). Pemberian infus berlebihan akan membebani jantung dan paru-paru terendam cairan (oedema pulmonum).

Skema Kriteria Diagnosis DBD/DSS
Kriteria Klinis:
1. demam 2-7 hari , panas tinggi dan terus menerus
2. peradarahan dalam berbagai bentuk (bintik merah, bercak merah, bilur, mimisan, berak darah, muntah darah, gusi berdarah). Tes Tourniquet positif
3. pembengkakan hati. Dapat diraba oleh dokter. Di Indonesia hanya sepertiga kasus DBD yang positif
4. syok/ rejatan. Nadi cepat dan lemah, tekanan nadi (selisih sistole dan diastole) menurun (kurang dari 20 mmHg), tekanan darah menurun, kulit dingin, gelisah
hasil laboratorium darah:
• Thrombocyt kurang dari 100.000/mm3
• Hct naik lebih dari 20%
Analisis dianosis
DBD positif jika terdapat 2 sampai 3 kriteria klinis yang disertai dengan thrombocyt yang turun, dan Hct yang naik. Jika terjadi syok dengan thrombocyt turun dan Hct naik, positif Hct naik, positif Dengue Shock Syndrome (DSS).
Skema Kemungkinan-Kemungkinan Klinis Pada Infeksi Dengue















Keterangan Istilah Dalam Skema:
• Manifestasi hemorhagis = manifestasi perdarahan
• Petechiae =bintik peradarahan virus
• Purpura / echymosis = bilur-bilur kulit
• Hepatomegali = pembengkakan hati
• Permeabilitas vaskuler naik = permeabilitas
• Anoreksia = mual-mual
• Hemokosentrasi = darah mengental
• Hipoproteinemia = protein darah rendah
• Pleural Effusion = cairan dalam sungkup paru-paru
• Ascites = cairan tertimbundalam jaringan
• Dehidrasi = kekurangan cairan
• Hipovolemia = volume darah rendah
• Shock = syok/rejatan
• Perdarahan gastro-intesinal = perdarahan pencernaan
• Anoksida = jaringan kekurangan oksigen
• Acidosis = gangguna keseimbangan asam darah
• DHS = demam berdarah dengue
• DSS = demam berdarah dengan syok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar